Insight     Perencanaan Strategi yang Komprehensif

Perencanaan Strategi yang Komprehensif

Jan 22, 2021

Strategy

Share it:
            

Menurut Anda, manakah yang lebih penting, strategi atau eksekusi? Pertanyaan ini cukup menjadi polemik. Saat strategi dianggap lebih penting dari eksekusi, kecenderungan organisasi menjadi NATO (No Action Talk Only). Tetapi di sisi lain, saat eksekusi diutamakan dibanding strategi, organisasi menjadi tanpa arah dan sering kali kesulitan mempertahankan pertumbuhan (tidak sustainable).

 

Organisasi yang kurang memperhatikan strategi sering kali menjadi organisasi yang beroperasi secara BAU (Business As Usual). Hal inilah yang menyebabkan perusahaan-perusahaan besar dan sudah lama beroperasi, secara tiba-tiba mengalami penurunan drastis bahkan pailit. Kedua hal ini, strategi dan eksekusi, sama-sama penting karena strategi yang baik harus bisa dieksekusi dan eksekusi yang baik memiliki dasar strateginya. Maka pertanyaan yang lebih tepat adalah “Bagaimana kita dapat membangun sebuah perencanaan strategi yang baik sehingga dapat dieksekusi?” Hal inilah yang penulis akan sedikit ulas di dalam artikel ini.

 

Perencanaan strategi tidak bisa dilakukan dengan gaya sekadarnya. Karena kesalahan menerapkan strategi bisa jadi memberikan konsekuensi yang besar bagi organisasi. Kegagalan nokia di dalam persaingan menghadapi industri handphone high-end seperti Apple dan Samsung merupakan salah satu contoh organisasi dalam merancang dan mengeksekusi strategi. Salah satu penyebab kegagalan Nokia adalah kesalahan menerapkan strategi di dalam situasi yang dihadapi, sehingga proses eksekusinya tidak membuahkan hasil.

 

Oleh karena itu, suatu analisis yang komprehensif sangatlah penting dalam membangun sebuah strategi yang mendukung eksekusi tepat sasaran. Sebuah analisis strategi yang komprehensif setidaknya mencakup 3 sudut pandang: analisis eksternal, analisis internal, dan arahan dari organisasi (Visi, Misi, dan Destination Statement).

 

Seorang filsuf dari Yunani yang bernama Heraclitus, mengatakan bahwa  kita tidak bisa menginjakan kaki pada sungai yang sama dua kali. Maksud dari perkataannya adalah dunia kita ini selalu berubah bahkan sungai pun terus berubah karena air yang ada di dalamnya terus mengalir.

 

Hal yang serupa terjadi di dalam konteks persaingan bisnis, kita berhadapan dengan situasi yang terus berubah. Apalagi diperhadapkan dengan konteks zaman postmodern yang sangat menonjolkan keberagaman, serta konteks perkembangan sistem informasi yang sangat pesat. Hal ini menyebabkan peta bisnis yang dihadapi akan terus berubah, dan sangatlah penting bagi organisasi mengetahui situasi yang sedang dihadapinya. Analisis eksternal diperlukan agar organisasi mengetahui peluang maupun ancaman yang ada di dalam setiap situasi.

 

Sudut pandang yang lain adalah analisis internal. Di dalam sudut pandang ini organisasi didorong untuk melihat hal-hal yang menjadi kekuatan maupun kelemahan yang mereka miliki. Menyadari kekuatan dan kelemahan organisasi adalah kunci utama dari ketepatan strategi. Situasi yang dihadapi perlu dengan direspon dengan tepat berdasarkan analisis internal organisasi. Sehingga setiap peluang dan ancaman yang mungkin terjadi dapat diantisipasi dan organisasi dapat mempersiapkan diri dalam mengambil peluang yang akan terjadi.

 

Organisasi berdiri dengan sebuah karakteristik atau identitas yang membentuknya, sehingga perkembangannya pun didasarkan pada identitas organisasi tersebut. Sehingga arahan organisasi menjadi koridor di dalam perencanaan strategis. Hal ini penting, khususnya dalam menghadapi kompleksitas hasil analisis yang sudah dilakukan, baik eksternal maupun internal. Arahan organisasi adalah salah satu cara untuk menyederhanakan kompleksitas ini, yaitu dengan memilah informasi dari hasil analisis berdasarkan relevansinya.

 

Ketiga sudut pandang ini dapat dipakai menjadi sebuah kerangka dalam merangkai perangkat-perangkat strategi untuk menjadi sebuah kerangka yang utuh, agar perencanaan strategis yang dilakukan oleh organisasi dapat lebih komprehensif dan menghasilkan sebuah strategi yang tepat sasaran serta dapat dieksekusi.

 

Simon Lukmana & Egha Maryunikel


Insight

   
   

More Insight